Rabu, 23 Oktober 2013

Tugas Tulisan Etika Profesi Akuntansi 22 Oktober 2013



Kredit Macet Rp 52 Miliar Perusahaan Raden Motor, Akuntan Publik Diduga Terlibat Pada Tahun 2009
Berdasarkan referensi yang saya baca di kompas.com bahwa seorang akuntan publik yang membuat laporan keuangan perusahaan Raden Motor untuk mendapatkan pinjaman modal senilai Rp 52 miliar dari BRI Cabang Jambi pada 2009, diduga terlibat kasus korupsi dalam kredit macet. Hal ini terungkap setelah pihak Kejati Jambi mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut pada kredit macet untuk pengembangan usaha di bidang otomotif tersebut. Ada empat kegiatan data laporan keuangan yang tidak dibuat dalam laporan tersebut oleh akuntan publik, sehingga terjadilah kesalahan dalam proses kredit dan ditemukan dugaan korupsinya.
Pada kasus ini adanya kegiatan praktek manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh seorang akuntan publik, dimana seharusnya seorang akuntan melakukan tugasnya sesuai kode etik yang sudah ditetapkan oleh undang-undang yang sudah berlaku. Pada tugasnya ada empat kegiatan data laporan keuangan tersebut tidak disebutkan apa saja akan tetapi hal itu tentu saja membuat terjadinya kecurangan untuk mandapatkan kredit dari bank tersebut untuk lancarnya proses pencairan kredit padahal dari data yang seharusnya disebutkan atau disajikan belum tentu mendapat penerimaan kredit sehinnga timbul untuk memanipulasi pada data laporan keuangan perusahaan Raden Motor.

Etika Profesi Akuntansi



Nama   :           Yendy Putra Pratama
Kelas   :           4EB18
NPM   :           28210617
Tugas   :           22 Oktober 2013


1.     Jelaskan Faktor-faktor yang menentukan intensitas etika
dari keputusan!
JAWAB:
Intensitas Etika dari keputusan ada enam factor, yaitu:

1.      Besarnya akibat adalah jumlah kerugian atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu keputusan etika.
2.      Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk.
3.      Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain.
4.      Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya.
5.      Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari keputusannya.
6.      Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang.

2.      Jelaskan prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang etis ?
JAWAB:

Kepentingan pribadi jangka panjang, anda tidak perlu melakukan tindakan apapun yang bukan menyangkut kepentingan jangka panjang anda atau organisasi anda. Seolah-olah prinsip kepentingan pribadi mendorong timbulnya rasa mementingkan diri sendiri, tetapi sebenarnya tidak demikian. Apa yang kita lakukan untuk memaksimalkan kepentingan jangka panjang kita seringkali sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan untuk memaksimalkan kepentingan jangka pendek.
Prinsip kebijakan pribadi berkeyakinan bahwa anda tidak boleh melakukan sesuatu yang tidak jujur, tidak terbuka, tidak mulus dan yang anda tidak akan senang dilaporkan disurat kabar maupun televise. Prinsip perintah agama memandang bahwa anda jangan pernah melakukan tindakan yang tidak baik atau yang menyakiti perasaan masyarakat, seperti misalnya perasaan positif yang muncul karena kerja bersama untuk mencapai sasaran yang telah disepakati. Menurut prinsip peraturan pemerintah, hukum mewakili standar moral minimal dari masyarakat, karena itu anda tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Prinsip manfaat bersama menyatakan bahwa anda tidak boleh melakukan tindakan yang tidak menghasilkan kebaikan lebih besar bagi masyarakat. Singkatnya, anda harus melakukan sesuatu yang memberikan kebaikan terbesar dalam jumlah yang banyak. Prinsip hak perorangan meyakinkan bahwa anda tidak boleh melakukan perbuatan yang melanggar hak orang lain yang telah disepakati. Dan prinsip yang terakhir yaitu prinsip pemerataan keadilan menyatakan bahwa anda seharusnya tidak melakukan berbagai macam tindakan yang merugikan bagi kelompok terkecil diantara kita.

3.     Jelaskan suap (bribery) merupakan suatu tindakan yang tidak etis dengan memberikan sebuah contoh (contoh perorangan berbeda) !
JAWAB :
Suap (Bribery) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
            Contoh            :
            Baru-baru ini, contoh pejabat publik yang terjerat kasus suap adalah Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad. Pada Oktober 2011 lalu, Wali Kota Bekasi Moctar Muhammad sujud syukur setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung memvonis bebas. Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, Mahkamah Agung (MA) menganulir keputusan bebas Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi. MA berdalih bahwa politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu terbukti menyuap dan menerima suap. MA menjelaskan, Mochtar terbukti melakukan penyuapan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Jawa Barat. Modusnya, ia meminta pimpinan satuan kerja di Pemerintah Kota Bekasi untuk menyisihkan dua persen uang proyek sampai terkumpul Rp 4,5 miliar. Atas perintah Mochtar, Rp 4 miliar itu diberikan kepada anggota DPRD Jawa Barat agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi segera disetujui. Kasus serupa menimpa Soemarmo, wali kota Semarang. Pria yang juga diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menjadi tersangka dalam kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2012. Pria yang sebelumnya berkarir sebagai sekretaris daerah ini telah ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang selama 20 hari Sejak 30 Maret lalu. Kasusnya terungkap setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 2 Anggota DPRD Sumartono dan Agung Pumo Sarjono serta Sekda Akhmat Zaenuri pada Oktober 2011 lalu. Ketiganya telah ditahan lebih dulu.                                     

Selasa, 24 September 2013

Etika Profesi Akuntansi



Tugas 24/09/2013
Nama               :           Yendy Putra Pratama
NPM               :           28210617
Kelas               :           4EB18

Soal!
1.      Apa yang dimaksud dengan etika ?
2.      Bagaimanakah tahap perkembangan moral, karakteristik individu dan variable structural mempengaruhi keputusan manajer untuk berperilaku etis dan tidak etis ?
3.      Apa kode etik itu dan bagaimana cara meningkatkan keefektifannya ?
4.      Bagaimana manajer mengambil keputusan yang etis ?
5.      Jelaskan faktor-faktor yang menentukan intensitas etika dan dari keputusan?

Jawaban!
1.      Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.



2.       Karakteristik Individu
Ditemukan dua variabel kepribadian yang mempengaruhi tindakan-tindakan individu menurut keyakinan-keyakinannya tentang apa yang benar dan salah: kekuatan ego dan tempat kendali. Kekuatan ego adalah ukuran kepribadian tentang kekuatan keyakinan-keyakinan seseorang . orang yang tinggi skor kekuatan egonya cenderung melawan dorongan-dorongan dan lebih sering mengikuti keyakinan-keyakinan mereka daripada orang-orang yang rendah kekuatan egonya. Tempat kendali adalah suatu sifat kepribadian yang mengukur derajat sampai di mana orang berpendapat bahwa mereka adalah berkuasa atas nasib mereka sendiri, sementara orang-orang yang memilki tempat kendali eksternal berpendapat bahwa apa yang terjadi terhadap mereka dalam hidup itu disebabkan oleh keberuntungan atau kebetulan.
Variabel Struktural
Desain struktural sebuah organisasi menolong membentuk perilaku moral manajer-manajernya. Struktur-struktur tertentu memberikan bimbingan kuat, sementara struktur-struktur lain hanya menciptakan ketidakjelasan bagi para manajer. Desain-desain struktural yang meminimalkan ketidakjelasan dan terus-menerus mengingatkan para manajer tentang apa yang “etis” lebih cenderung mendorong perilaku etis.


3.      Kode etik adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.
§  Cara meningkatkannya yaitu dengan menjunjung tinggi martabat profesi,menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota, meningkatkan pengabdian para anggota profesi, meningkatkan mutu profesi, meningkatkan mutu organisasi profesi, meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi, mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat, menentukan baku standarnya sendiri.
4.      Menurut saya seorang manajer harus mengesampingkan kepentingan pribadi, dan bisa menerima segala masukan dari bawahannya untuk mendapatkan suatu keputusan yang telah disepakati bersama demi kelangsungan organisasi atau perusahaan yang ia pimpin.
 
5.      Intensitas etika tergantung kepada enam factor, yaitu:



1.      Besarnya akibat adalah jumalh kerugian atau keuntungan yang dihasilkan dari suatu keputusan etika. Makin banyak orang yang dirugikan atau semakin besar kerugian yang diderita oleh orang-orang itu, maka semakin besar akibatnya.
2.      Kesepakatan social adalah kesepakatan apakah suatu perilaku itu baik atau buruk. Sebagai contoh, selain dari tindakan mempertahankan diri, banyak orang belum sepakat apakah membunuh adalah salah. Namun, banyak orang belum sepakat terhadap aborsi atau hukuman mati.
3.      Kemungkinan akibat adalah kesempatan dimana sesuatu akan terjadi dan mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Misalnya, kamungkinan akibat adalah rokok. Kita tahu bahwa merokok akan meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung, penyakit kanker, paru-paru, impotensi, dan gangguan pada janin.
4.      Kesiapan sementara adalah waktu diantara tindakan dengan akibat yang ditimbulkannya. Kesiapan sementara lebih kuat apabilamanajer harus memberhentikan karyawan minggu depan dibandingkan dengan tiga bulan kedepan.
5.       Kedekatan akibat adalah jarak social, kejiwaan, budaya, atau fisik dari pengambil keputusan dengan mereka yang terkena dampak dari keputusannya.
6.      Konsentrasi akibat adalah seberapa besar suatu tindakan mempengaruhi rata-rata orang. Misalnya, menipu 10 investor masing-masing senilai $10.000, menghasilkan konsentrasi akibat yang lebih besar dari pada menipu 100 investor dengan masing-masing senilai $1.000.

                        http://renitasra.blog.perbanas.ac.id/2011/11/15/bab-mengelola-etika-dan-tanggung-jawab-sosial/
                       

Senin, 13 Mei 2013

SMOKING FACTS

(Information from NHS Direct)

Smoking

If you smoke, giving up is probably the greatest single step you can take to improve your health. Seven out of ten smokers say that they want to stop, but most believe they can't. However, half of all smokers eventually manage to stop smoking. Smoking is the biggest cause of death and illness in the UK. More than 120,000 people die each year from diseases caused by smoking.
Smoking is a major contributor to many serious diseases, such as heart disease and lung cancer. 
Tobacco in cigarettes, cigars and pipe tobacco, contains poisons such as ammonia, acetone, carbon monoxide, cyanide and arsenic. Altogether, cigarettes can often contain over 4000 chemicals.

 

Why should it be done?

Giving up smoking increases your chances of living a longer and healthier life. When you are no longer exposed every day to nicotine, carbon monoxide, tar and other poisons, your body begins to repair the damage. As your body starts to return to normal, you will start feeling better within a few weeks, and will have:
  • Clearer complexion and whiter teeth
  • improved breathing and general fitness
  • hair, skin and breath no longer smell of tobacco smoke
  • loss of smokers cough
  • improved sense of smell and taste
  • lack of worry over damage smoking is doing to your health
  • less risk of smoking-related diseases
  • improved life expectancy
  • feel good about yourself for having quit
  • more money to spend       Calculate how much you will save
Smokers who quit before the age of 45 have a life expectancy close to that of people who have never smoked. For people above this age, the gap widens, but smokers who quit over the age of 45 still enjoy considerable health benefits over people who continue to smoke.

Facts

Tobacco smoke contains over 4,000 different chemicals, many of which are poisons. Some might be relatively harmless by themselves, but together in smoke they make a toxic cocktail. Poisons in tobacco smoke
  • Carbon monoxide is a poisonous gas linked with heart disease, stroke and other circulation problems.
  • Tar is deposited in the lungs with every breath of cigarette smoke taken. Tar causes cancer and damages your lungs. 
  • Benzene is a solvent and is a known cause of cancer and is associated with leukaemia. 
  • Formaldehyde is a poison used to preserve dead bodies. It is known to cause cancer, respiratory, skin and gastrointestinal problems.
  • Ammonia is used in cigarettes - it is also found in cleaning fluids.
  • Cadmium is a poisonous metal, used in batteries. It causes liver, kidney and brain damage.
Passive smoking - damage to others around you
Smoking puts at risk anyone nearby who breathes in the smoke. As the smoker inhales only 15% of the smoke from a cigarette, 85% of it is absorbed into the atmosphere or inhaled by other people. The act of breathing in this secondary smoke is called passive smoking. Children are particularly vulnerable to the effects of passive smoking and those who live with smokers may become prone to chest, ear, and nose and throat infections, and to more serious conditions such as bronchitis and pneumonia.

The UK Scientific Committee on Smoking and Health has estimated that about 300 non-smokers in this country die each year from lung cancer caused by passive smoking. Recent research has also linked strokes and heart attacks to passive smoking.

The British Medical Association has conservatively estimated that passive smoking causes at least 1,000 deaths a year in the UK. Apart from the direct health risks, smoking causes over 3,000 house fires a year in England, resulting in the deaths of nearly 100 people.

 

Risks

Smoking is bad for your health. Smokers are at greater risk from illness and early death than non-smokers. Also breathing the smoke from other people's cigarettes, or passive smoking, can affect your health.
Smoking increases the risk of getting many serious and often fatal diseases, such as:
  • lung cancer
  • other cancers, of the mouth, throat, larynx, oesophagus, bladder, kidney, pancreas and stomach
  • coronary heart disease
  • stroke
  • chronic bronchitis and emphysema
Smoking is the biggest cause of death and illness in the United Kingdom.

 

Recommendations

Quitting
Deciding to quit and really wanting to succeed are important steps in becoming a non-smoker. There are three stages to giving up smoking:
  • preparing to stop
  • stopping
  • and staying stopped
It can take up to 3 months to become a non-smoker, although it usually takes less time. The physical craving for a cigarette often goes in less than a week. The psychological craving can last longer.
Preparing to stop
It is important that you stop smoking because you want to. Write down your reasons, and keep the list to hand over the next few months. Think of the benefits: less coughing, cleaner clothes, better breathing (for you and your friends and family), more money, and a lower risk of developing smoking-related illnesses.
When you have decided to stop, make a plan:
  • choose a day to quit; ask family and friends for their support
  • plan a reward for the end of your first day, and the end of the first week, and the first month
  • and the day before, get rid of cigarettes, ashtrays and lighters
You could also talk to your doctor or pharmacist about nicotine replacement therapy. Used properly, these products can double the success rate of stopping smoking.
Stopping
Your goal is to get through the first day without smoking. If you need to put something in your mouth chew sugar-free gum or something healthy and non-fattening. Drink juice and eat fruit. If you feel a strong craving, try taking some deep breaths and delay giving in to the urge. It will usually pass in a couple of minutes.
If you need to do something with your hands, find something to fiddle with - a pencil, a coin, anything but a cigarette.
You may wish to ease the withdrawal symptoms with nicotine replacement therapy. Consult your GP and follow the manufacturers instructions to make sure you use enough, for long enough.
Staying stopped
Take it one day at a time. Each day congratulate yourself on having made it so far. Keep reminding yourself of your reasons for giving up, and what you are gaining by not smoking. Think positively, remain determined and reward yourself. At the beginning it may help to change your normal routine, to avoid situations that would normally encourage you to smoke such as going to the pub.
After the first weeks, especially if it was easy, people may stop encouraging you, and even forget you're stopping. This period is crucial. Try not to be complacent. Don't allow yourself to be tempted.
Don't be tempted to smoke one cigarette. This can easily lead to two or three cigarettes and you risk becoming a smoker again.
Save the cigarette money. For an average smoker it could be over £100 a month. Six months without smoking could buy you a holiday and this is a great incentive to keep going.
 

Side Effects of Quitting
Nicotine affects the brain with seconds of inhaling cigarette smoke. It increases the heart rate and blood pressure, constricts the small blood vessels under your skin, causes changes in blood composition and metabolism, and increases the production of hormones. Nicotine can also affect your mood and behaviour.
Withdrawal from nicotine can cause (within 24 hours):
  • depressed mood
  • difficulty in sleeping
  • irritability
  • frustration or anger
  • anxiety
  • difficulty with concentration
  • restlessness
  • decreased heart rate
  • dizziness
  • and increased appetite
As soon as you stop your body starts to clear itself of the toxins in tobacco smoke.
  • Your blood pressure and pulse rate will quickly drop (within an hour of stopping).
  • Carbon monoxide levels will return to normal (within 2 days).
  • Your sense of taste and smell will improve (within a couple of days).
  • Your circulation (the movement of blood around your body) will improve (within a few weeks).